Kontrol Otomatis Sistem Irigasi Hemat Air Berbasis Sensor Kelembapan Tanah dan Sensor Aliran Air
-
Mengembangkan sistem penyiraman tanaman yang dapat mengatur penggunaan air secara efisien.
-
Mengukur dan memanfaatkan data dari sensor kelembapan tanah untuk menentukan kapan tanaman membutuhkan air.
-
Menggunakan sensor aliran air (flow sensor) untuk memantau volume air yang keluar sehingga irigasi tetap terkontrol.
-
Membuktikan bahwa sistem otomatis mampu mengurangi pemborosan air dibanding sistem manual.
A. Alat
- Power Supply
Baterai adalah perangkat penyimpan energi yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi elektrokimia. Baterai terdiri dari dua kutub, yaitu kutub positif (katoda) dan kutub negatif (anoda). Di dalam baterai terdapat elektrolit yang berfungsi sebagai media yang memungkinkan perpindahan ion antara kedua kutub tersebut. Ketika baterai digunakan, reaksi kimia di dalamnya menghasilkan aliran elektron dari anoda menuju katoda melalui rangkaian luar, sehingga listrik dapat digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik.
Cara kerja baterai dimulai saat rangkaian tersambung, yang menyebabkan ion bergerak di dalam elektrolit dan elektron mengalir melalui kabel luar. Perpindahan elektron inilah yang menjadi sumber energi listrik. Ketika semua bahan kimia aktif telah bereaksi, baterai akan habis dan tidak dapat lagi menghasilkan listrik. Untuk baterai isi ulang (rechargeable), reaksi kimia dapat dibalik dengan memberi arus listrik dari luar, sehingga bahan kimia di dalam baterai kembali ke kondisi semula dan baterai dapat digunakan kembali.
Ada banyak jenis baterai, seperti baterai alkaline, Li-ion (Lithium Ion), NiMH (Nickel Metal Hydride), dan baterai Li-Po (Lithium Polymer). Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda seperti kapasitas, tegangan nominal, ketahanan, dan keamanan. Li-ion adalah baterai yang paling banyak digunakan di perangkat modern seperti smartphone, laptop, drone, dan proyek mikrokontroler karena kapasitasnya besar, ringan, dan dapat diisi ulang. Sementara baterai alkaline sering digunakan pada peralatan rumah tangga seperti remote TV, jam dinding, dan senter, namun sifatnya sekali pakai. Setiap jenis baterai dipilih sesuai kebutuhan daya dan karakteristik penggunaan.
1.Soil Moisture Sensor
Sensor kelembaban tanah adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengukur kadar air dalam tanah. Prinsip kerjanya memanfaatkan perubahan konduktivitas antara dua probe logam yang ditancapkan ke tanah. Ketika tanah basah, arus listrik dapat mengalir lebih mudah karena air meningkatkan konduktivitas, sehingga nilai output sensor menjadi tinggi. Sebaliknya, ketika tanah kering konduktivitas menurun dan nilai output menurun. Sensor ini umum digunakan dalam sistem penyiraman otomatis, pertanian modern, hingga penelitian botani.
Selain memberikan nilai analog yang merepresentasikan kadar air, beberapa versi sensor juga menyediakan keluaran digital dengan batas ambang tertentu. Modulnya biasanya dilengkapi dengan papan kontrol (driver board) yang berfungsi menstabilkan sinyal dan mencegah korosi berlebih pada probe. Corrosion (korosi) adalah masalah umum pada sensor kelembaban tanah karena arus DC yang terus-menerus membuat logam probe cepat aus. Karena itu, banyak sistem modern menggunakan teknik switching atau AC untuk memperpanjang umur sensor.
Dalam penggunaannya, sensor ini sangat cocok untuk sistem otomatisasi penyiraman tanaman. Mikrokontroler seperti Arduino atau ESP32 dapat membaca nilai kelembaban dan mengatur pompa air secara otomatis. Dengan demikian, kelembaban tanah tetap ideal tanpa pengawasan terus-menerus. Keunggulan sensor ini adalah harganya yang murah, mudah digunakan, dan memberikan hasil cukup akurat untuk aplikasi non-industri.
2.Sensor Water Level
3.Sensor Arus WCS1700
Sensor arus WCS1700 adalah sensor berbasis teknologi Hall Effect yang mampu mengukur arus AC maupun DC. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi medan magnet yang dihasilkan oleh arus yang mengalir melalui konduktor. Nilai medan magnet berubah-ubah sesuai besar arus, dan perubahan ini diubah oleh sensor menjadi tegangan analog yang dapat dibaca oleh mikrokontroler. WCS1700 merupakan sensor arus non-invasif karena tidak memerlukan kontak langsung dengan konduktor bertegangan tinggi.
Keunggulan utama sensor ini adalah tingkat keamanan yang tinggi. Karena arus tidak mengalir langsung melalui sensor, risiko kerusakan ataupun bahaya listrik bagi pengguna menjadi jauh lebih kecil. Sensor ini banyak digunakan dalam sistem monitoring daya, proteksi arus lebih (overcurrent protection), serta untuk mengukur konsumsi energi perangkat elektronik. Akurasi sensor cukup baik untuk penggunaan umum, meskipun tidak setinggi sensor arus kelas industri.
Dalam aplikasinya, WCS1700 memberikan keluaran berupa sinyal analog yang proporsional terhadap besar arus. Mikrokontroler seperti Arduino dapat membaca nilai ini melalui pin ADC dan mengonversinya menjadi nilai arus. Sensor ini juga memiliki response time yang cepat sehingga mampu mendeteksi perubahan arus secara real-time. Karena ukurannya kecil dan mudah digunakan, sensor ini banyak dipakai dalam proyek IoT dan sistem manajemen energi skala kecil.
4.LCD 20x4
LCD 20x4 adalah modul tampilan yang mampu menampilkan 2 baris teks dengan masing-masing 16 karakter. Modul ini menggunakan teknologi Liquid Crystal Display yang bekerja dengan prinsip polarisasi cahaya. Ketika tegangan diberikan ke bagian tertentu dari layar, orientasi kristal cair berubah sehingga cahaya terblokir atau dilewatkan. Perubahan inilah yang membentuk karakter huruf, angka, dan simbol yang muncul pada layar.
Modul LCD 16x2 biasanya menggunakan driver HD44780 atau kompatibel. Driver ini menentukan cara komunikasi antara mikrokontroler dan display, biasanya melalui antarmuka paralel 8 bit atau 4 bit. Terdapat juga versi yang dilengkapi modul I2C, yang memungkinkan penggunaan hanya dua kabel untuk komunikasi (SDA dan SCL). Hal ini sangat memudahkan penggunaan LCD pada mikrokontroler yang memiliki pin terbatas.
LCD 16x2 banyak digunakan pada berbagai proyek elektronik seperti pengontrol suhu, sistem monitoring, hingga alat ukur digital. Selain hemat daya, LCD ini mampu bertahan lama dan bekerja stabil dalam berbagai kondisi. Karakter yang ditampilkan juga cukup jelas meski tanpa backlight yang kuat. Kelebihannya adalah harganya murah dan kompatibel dengan hampir semua board mikrokontroler.
5.Pompa air DC
Pompa air DC adalah pompa yang digerakkan oleh motor DC dan biasa digunakan untuk memindahkan atau mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lain. Pompa ini umum dijumpai pada dispenser DIY, sistem penyiraman tanaman otomatis, kolam mini, dan akuarium. Pompa beroperasi menggunakan tegangan rendah — biasanya 5V, 6V, 9V, atau 12V — sehingga aman digunakan untuk proyek sistem elektronik berbasis mikrokontroler.
Prinsip kerja pompa ini adalah memutar impeller dalam rumah pompa untuk menciptakan perbedaan tekanan, sehingga air terdorong keluar melalui saluran keluaran. Pompa DC banyak disukai karena konsumsi dayanya rendah, suara cukup halus, dan responsnya cepat. Namun, kapasitas debit air bervariasi tergantung spesifikasinya, mulai dari yang kecil (200–300 L/jam) hingga sedang.
Dalam penggunaannya, pompa DC hampir selalu dikombinasikan dengan relay atau MOSFET untuk mengontrol ON/OFF dari mikrokontroler. Hal ini karena pompa membutuhkan arus lebih besar daripada yang dapat disuplai langsung oleh pin mikrokontroler. Pompa ini juga sering dilengkapi pipa silikon dan filter sederhana untuk menjaga aliran air tetap bersih.
6.Relay 1 channel
Relay 1 channel adalah modul relay yang terdiri dari satu saklar elektronik yang dapat dikendalikan oleh sinyal dari mikrokontroler. Relay bekerja seperti saklar listrik mekanik yang digerakkan oleh elektromagnet. Ketika kumparan elektromagnet mendapat arus, kontak saklar akan berpindah dari posisi NC (normally closed) ke NO (normally open), atau sebaliknya. Modul relay sangat penting untuk mengontrol perangkat bertegangan tinggi dengan sinyal low-power dari Arduino atau ESP32.
Relay 1 channel biasanya beroperasi pada tegangan 5V, 12V, atau 24V tergantung tipe modulnya. Modul ini dipisahkan dengan optocoupler untuk keamanan, sehingga mikrokontroler tidak langsung terhubung ke beban bertegangan tinggi. Kontak relainya mampu menyalakan perangkat seperti lampu AC, kipas, pompa air, atau peralatan rumah tangga lainnya. Relay juga dilengkapi diode flyback untuk mengamankan modul dari lonjakan arus.
Dalam penggunaannya, relay sangat sering dipakai pada sistem otomatisasi rumah, robotik, dan proyek-proyek yang memerlukan pengontrolan beban besar. Pada sistem penyiraman otomatis misalnya, relay mengontrol pompa air sehingga dapat menyala saat kadar tanah kering dan mati saat keadaan sudah cukup lembab. Modul ini mudah digunakan dan sangat kompatibel untuk berbagai jenis mikrokontroler.
7.Potensiometer
Potensiometer adalah resistor variabel yang dapat diubah nilainya dengan memutar knob atau slider. Komponen ini memiliki tiga terminal: dua terminal di ujung resistor tetap, dan satu terminal di tengah yang disebut wiper. Ketika knob diputar, posisi wiper berubah sehingga membagi resistansi menjadi dua bagian yang menghasilkan nilai resistansi berbeda. Potensiometer banyak digunakan untuk mengatur level suara, kecerahan layar, dan sensitivitas sensor.
Dalam proyek mikrokontroler, potensiometer sering digunakan sebagai input analog. Nilai resistansi yang berubah akan menghasilkan perubahan tegangan pada pin analog, sehingga mikrokontroler dapat membaca nilai kontrol dari pengguna. Pada LCD 16x2, potensiometer digunakan untuk mengatur kontras layar, sehingga karakter dapat terlihat jelas.
Selain digunakan sebagai pengatur manual, potensiometer juga bermanfaat dalam sistem kalibrasi. Misalnya untuk mengatur nilai ambang batas sensor, mengatur sensitivitas rangkaian, atau menentukan parameter tertentu dalam suatu sistem. Potensiometer tersedia dalam berbagai nilai resistansi dan ukuran fisik, sehingga sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan dalam banyak proyek elektronika.
- Water level Sensor
- Sensor Arus WCS1700
Grafik Respon Sensor :



Komentar
Posting Komentar